s
enTRpreneurS NEWS Edisi Perdana
11 Desember 2009 12:41
enTRpreneur$ NEWS edisi perdana diterbitkan pada bulan Desember 2009. enTRpreneru$ NEWS dapat menjadi sebuah dukungan more..
s
02 Desember 2009 12:50

Berbisnis dengan Penuh Integritas

Jika suatu hari anda more..

s
Wiempi
05 November 2009 10:17

Very inspiring.. motivate me to do something out of the box..

more..
s
Saya dilahirkan dari keluarga yang miskin. Seumur hidup saya juga tidak mengecap pendidikan yang tinggi. Tapi selama ini saya membaca dari koran atau majalah bekas, banyak orang yang tidak beruntung seperti saya bisa sukses. Apakah itu karena pengaruh bakat atau faktor hoki semata? Mohon pencerahannya. more..
 


Saya dilahirkan dari keluarga yang miskin. Seumur hidup saya juga tidak mengecap pendidikan yang tinggi. Tapi selama ini saya membaca dari koran atau majalah bekas, banyak orang yang tidak beruntung seperti saya bisa sukses. Apakah itu karena pengaruh bakat atau faktor hoki semata? Mohon pencerahannya.
Saya sekarang sudah berusia 40 tahun. Kata orang, Life begins Fourty. Saat ini dari segi karir, saya sudah mencapai posisi Senior Manager, dengan masa pengalaman kerja belasan tahun. Suasana kerja sangat baik dan kekeluargaan. Anak saya juga sudah SD hampir lulus. Tapi satu kerisauan yang sering timbul adalah What is Next? Terus terang saya sangat risau karena gaya hidup kami yang nyaman saat ini menyebabkan kami tidak mempunyai simpanan yang memadai. Saya selalu membayangkan bagaimana saya bisa menjawab jika anak saya minta disekolahkan ke luar negeri. Bagaimana kehidupan kami jika suatu saat saya pensiun? Sungguh membuat saya stres.
Kata teman saya, saya harus berani berubah total dan terjun ke bidang bisnis. Tapi kan tidak pasti bisa sukses. Bagaimana menurut Bapak?
Seumur hidup dan karir saya, saya selalu berada dibagian belakang meja. Dibagian back office, accounting, dan finance. Saya sangat jarang berurusan dengan orang banyak. Banyak teman saya menyarankan agar saya harus terjun ke marketing atau sales. Tapi nyali saya langsung ciut jika di suruh bos berbicara di rapat yang dihadiri lebih dari 5 orang. Kata bos saya, jika saya tidak bisa bicara, pos GM akan diserahkan ke orang lain. Bagaimana Pak agar saya bisa atasi masalah ini?
Saya adalah seorang mantan karyawan yang mencoba peruntungan dibidang sales. Sudah 3 bulan ini saya full time dibidang sales. Tapi hasilnya belum kelihatan. Akhirnya sebulan terakhir ini saya jadi malas dan malu datang ke kantor baik untuk konsultasi maupun training karena pasti ditanya sama atasan mengapa tidak ada hasil dan belum mencapai target. Belakangan ini saya diajak teman untuk membantunya di bisnis sebagai karyawan. Disatu sisi saya sangat ingin mandiri, disisi lain saya juga butuh uang. Apa yang harus saya lakukan Pak?
Saya sudah bekerja selama 20 tahunan di perusahaan. Bos saya sangat baik. Gaji memang kecil tapi suasana kerja di perusahaan sangat kekeluargaan. Tapi sekarang timbul kegalauan dalam hati yang sangat mempengaruhi suasana kerja karena usia saya sudah 45 tahun dan berkeluarga. Kapan saya bisa sukses besar? Menurut Bapak, apakah saya bisa sukses?
Saya adalah seorang karyawan. Belum lama ini saya dipromosi ke jabatan yang lebih tinggi. Sehingga setiap hari saya harus berangkat jam 5.30 pagi dan pulang terkadang jam 9 sampai 10 malam. Sabtu dan minggu saya sudah capek dan istirahat serta kumpul bersama keluarga. Mana mungkin saya bisa menyisihkan waktu untuk kegiatan lain lagi?
Menurut Bapak, setiap impian harus diubah menjadi GOAL yang berprinsip S.M.A.R.T. Apakah selalu harus demikian? Kalau saya ingin menjadi sukses dan bahagia, bagaimana dong wujud dari SMART itu?
Dari dulu saya sangat ingin mempunyai sebuah mobil, apa sajalah mobilnya asal bisa jalan. Tapi kenapa saya sangat sulit sekali untuk visualisasikan ke dalam pikiran saya?
Bagaimana saya bisa percaya sesuatu yang belum saya lihat? Apa lagi sebuah impian yang besar, itu kan bersifat abstrak sekali?
Apa yang dimaksud dengan Financial Time Thought Freedom?
Saya sekarang berusia muda, dibawah 30 tahun, dari keluarga sangat berkecukupan, rumah mewah, mobil, usaha keluarga pun sangat maju dan hanya tinggal dimaintain dengan baik saja. Jadi bisa dikatakan hampir semua sudah ada. Dalam kondisi seperti ini, saya merasa sudah tercapai semua tujuan hidup, sehingga saya enggan untuk bermimpi lagi karena takut dicap orang keserakahan. Bagaimana tanggapan Bapak?
Saya suka bermimpi besar untuk hal ini dan itu, tapi saya sulit untuk merubahnya menjadi tujuan yang jelas karena terlalu banyak mimpi yang penting. Akhirnya saya menjadi bingung, bagaimana solusinya Pak?
Banyak orang mengatakan kalau mimpi jangan terlalu muluk, jika tidak tercapai nanti bisa kecewa besar. Tapi Pak Thomas sendiri mengatakan untuk jangan takut bermimpi besar. Saya jadi bingung. Mana yang harus saya ikuti Pak?
Isi FAQ