-
Jika suatu hari anda sedang makan makanan yang sangat enak, hingga membuat anda lahap sekali dan tiba-tiba anda baru tahu bahwa makanan yang sedang dimakan itu tidak halal. Apa yang akan dilakukan? Apakah anda akan memuntahkannya atau tetap ditelan?
Mari simak sebuah kisah tentang “Berbisnis dengan penuh Integritas”.
Suatu hari di bisnis properti saya, Thomas Mitra Property & Invesment, seorang Marketing Associate (MA) masuk ke ruangan saya dan berkata, “Pak Thomas, kita sudah mau deal satu property nilainya Rp. 1.8 M”. Saya pun bertanya, “Bagus sekali kalau begitu, apakah kamu sudah cek semua dokumennya terutama terhadap peruntukkannya?” MA tersebut menjawab, “Belum Pak.” Lalu saya berkata dengannya, “Coba kamu cek terlebih dahulu, mari saya bantu”. Ternyata setelah saya cek, di peta itu ada tanda “+”, yaitu tanda tempat pemakaman atau kuburan. “Apakah kamu sudah melihat bahwa di sana ada lokasi kuburan?” Tanya saya. Lalu MA tersebut berkata, “Wah, saya tidak melihat adanya kuburan di sana, komplek itu kecil dan dikelilingi dinding-dinding tinggi.”Akhirnya saya mengajak MA tersebut ke lokasi. Sesampainya disana, ternyata komplek tersebut masih baru. Satu hal yang membuat saya heran adalah belum banyak penghuni di sana. Sekeliling komplek ditutup dengan dinding-dinding yang sangat tinggi, saya pun masuk ke dalam rumah yang ingin dijual dan naik ke lantai 2, ternyata masih belum bisa melihat ke luar komplek, hingga akhirnya saya naik lagi hingga sampai di tempat toren air. Walaupun badan saya agak gemuk, tetap saja harus dilakukan. Ternyata, dibalik dinding komplek itu adalah kuburan semua. Dan tepat disebelah dinding kamar tidur adalah kuburan.
Apakah anda mau membeli rumah seperti itu? Tentu saja jarang sekali ada orang yang mau. Lalu saya mengatakan kepada MA, “Coba sekarang sampaikan kepada calon pembeli, minta ia datang ke sini, katakan bahwa di samping rumah ada kuburan dan minta maaf karena baru sekarang diberitahu”. Ketika calon pembeli mengangkat telepon itu, ia sangat merasa kecewa, tapi tetap berterima kasih karena kami menyampaikan hal tersebut sebelum ia melakukan DP. Calon pembeli pun datang untuk melihat dan berkonsultasi, akhirnya dia tidak jadi membeli rumah itu.
Nah, bagi kami, sebuah integritas sangat penting dalam melakukan sebuah bisnis. Dalam hal ini, kami lah yang melakukan kesalahan karena tidak memberitahu dari awal. Lalu kami bertemu pemilik rumah dan berkata, “Bu, di samping rumah ada kuburan, tidak bisa dijual dengan harga Rp.1.8Milyar”. Ternyata pada saat pemilik rumah membeli rumah tersebut, ia juga tidak tahu kalau ada kuburan di sekeliling komplek, mau tidak mau ia jual kembali.
Hampir 90% – 95% orang yang begitu mendengar ada kuburan, langsung menciut dan tidak jadi membeli rumah tersebut. Mereka lebih memilih rumah lain yang bebas dari kuburan yang juga sedang dipasarkan oleh Thomas Mitra.
Setelah 2–3 bulan berikutnya, kami bertemu seorang pembeli yang tidak terlalu meng-khawatirkan adanya kuburan di samping rumah. Tetapi tetap saja orang itu melakukan ritual terlebih dahulu sebelum menempati rumah tersebut dengan menggunakan jasa “orang pintar”. Ketika “orang pintar” itu mengatakan bahwa semua hal negative yang ada sudah beres dan bersih, calon pembeli itu pun melakukan penawaran dan akhirnya rumah itu terjual dengan harga Rp.1.3Milyar.
Apa moral cerita rumah dengan bonus kuburan ini? Sesungguhnya ketika kita melakukan sebuah penjualan, lakukanlah dengan penuh integritas. Kalau kita ada yang tidak beres, harus diceritakan dari awal. Sehingga calon pembeli benar-benar sadar waktu membelinya sehingga tercipta win-win solution.Harus selalu diingat, nama baik itu sangat penting dan mahal harganya, karena kita tidak menjual untuk hari ini saja, tetapi untuk esok dan seterusnya.
Jadi, lakukan bisnis dengan penuh integritas!
Keep in Believing-Learning-Action!
Salam Sukses Luar Biasa.Saya, Thomas Sugiarto akan selalu bersama Anda untuk mencapai sukses ber-income Rp.100juta per bulan.



