s
enTRpreneurS NEWS Edisi Perdana
11 Desember 2009 12:41
enTRpreneur$ NEWS edisi perdana diterbitkan pada bulan Desember 2009. enTRpreneru$ NEWS dapat menjadi sebuah dukungan more..
s
02 Desember 2009 12:50

Berbisnis dengan Penuh Integritas

Jika suatu hari anda more..

s
Wiempi
05 November 2009 10:17

Very inspiring.. motivate me to do something out of the box..

more..
s
Saya dilahirkan dari keluarga yang miskin. Seumur hidup saya juga tidak mengecap pendidikan yang tinggi. Tapi selama ini saya membaca dari koran atau majalah bekas, banyak orang yang tidak beruntung seperti saya bisa sukses. Apakah itu karena pengaruh bakat atau faktor hoki semata? Mohon pencerahannya. more..
 


 07 Agustus 2009 15:33 

Efek lumpur hidup di dalam comfort Zone

Banyak orang yang enggan keluar dari “comfort zone” yang telah membuai mereka selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Tapi jika kita perhatikan dengan saksama, akan ada beberapa hal yang tersembunyi yang akan sangat mengejutkan ketika kita mengetahuinya.

Di dalam “comfort zone”, terdapat sebuah efek yang dinamakan efek “lumpur hidup”, yaitu semakin kita mencoba untuk keluar dari kubangan lumpur, semakin tenggelam tubuh kita. Efek lumpur hidup ini dimulai saat kita telah membangun sebuah keluarga. Saat berumah tangga, kebutuhan hidup menjadi bertambah. Hal inilah yang membuat kita tidak berani keluar dari “comfort zone” itu dengan alasan, “Kalau saya memulai usaha dan gagal, keluarga saya mau makan apa?” Semakin mencoba untuk keluar dari “comfort zone”, semakin tenggelam keberanian kita untuk mencapai sukses. Resiko yang ada dianggap seakan-akan besar sekali dan tak mungkin sanggup dihadapi. Padahal jika kita mau, segala sesuatu pasti akan bisa dicapai.

Katakanlah kita memiliki impian untuk bisa memiliki rumah nyaman, mobil nyaman, menyekolahkan anak di sekolah yang ber-standard nasional plus atau bahkan internasional, naik haji bersama orang tua atau wisata ke luar negeri bersama orang tua, dsb. Untuk bisa mencapai hal itu semua, diperkirakan membutuhkan income sebesar Rp.100juta per bulan.

Dalam usaha memiliki income Rp.100juta per bulan, banyak hal yang bisa kita lakukan. Menurut Robert T.Kiyosaki, ada 4 cara untuk bisa mencapai hal tersebut, yaitu ESBI (Employee, Self Employee, Business Owner, Investor)

Yang pertama adalah dengan menjadi Employee. Untuk memiliki income Rp.100juta per bulan, jika dihitung dengan gaji yang ada sekarang, katakanlah Rp.2.500.000,- per bulan, maka dibutuhkan waktu 40 tahun untuk bisa mencapainya. Jika saat ini gaji yang ada Rp.5juta per bulan, maka dibutuhkan waktu 33 tahun. Tapi jika gaji yang dimiliki sekarang Rp.10juta per bulan, waktu yang dibutuhkan adalah 26 tahun untuk bisa memiliki income Rp.100juta per bulan. Angka tersebut dihitung dengan asumsi kenaikan gaji 10%/tahun.

Dengan menjadi Self Employee seperti Dokter, konsultan, usaha toko, rumah makan, dsb, untuk memiliki income Rp.100juta per bulan, maka dibutuhkan omset Rp.350juta per bulannya atau Rp.4.2Milyar per tahun. Hal ini dihitung dengan asumsi keuntungan sebesar 30% dari omset.

Dengan menjadi seorang Business Owner seperti franchisor, restoran, minimarket, atau usaha lainnya yang jika kita tidak di tempat, usaha tersebut masih tetap bisa berjalan, maka dibutuhkan omset sekitar Rp.350juta per bulan atau Rp.4.2 Milyar per tahun. Hal ini juga dihitung berdasarkan asumsi keuntungan sebesar 30% dari omset. Perbedaan bisnis seorang Business Owner dengan Self Employee adalah terletak pada sebuah “sistem”, sehingga walaupun tidak berada di tempat selama 3 bulan atau lebih, bisnis tetap berjalan dan menghasilkan income.

Yang terakhir adalah dengan menjadi Investor. Seorang Investor hanya perlu menggunakan aset yang dimiliki untuk bisa menghasilkan income yang baru. Contohnya seperti deposito tabungan, dibutuhkan uang Rp.12Milyar untuk didepositokan agar bisa menghasilkan income Rp.100juta per bulan. Hal ini dihitung dengan asumsi bunga deposito 10% per tahun. Atau dengan menyewakan aset propertinya seperti Gedung, Mall, Ruko, rumah, dsb, sehingga bisa menghasilkan income Rp.100juta per bulan.

Dewasa ini, banyak peluang bisnis yang memungkinkan kita untuk bisa memiliki income Rp.100juta per bulan dalam waktu yang cukup cepat tanpa modal yang besar, seperti bisnis multi level marketing, asuransi, atau bisnis jaringan lainnya. Yang membuat kita bisa memiliki income Rp.100juta per bulan melalui bisnis tersebut adalah karena “sistem” yang ada. Hal itu membuat kita tidak bekerja sendiri, melainkan ada tim yang juga bekerja bersama untuk bisa mencapai target yang ditentukan. Dengan begitu, waktu yang dibutuhkan untuk bisa memiliki income Rp.100juta per bulan biasanya bervariasi, antara 5-10 tahun.

Segeralah keluar dari Comfort Zone anda sekarang juga!

Keep in Believing-Learning-Action.

Salam Sukses Luar Biasa.

Saya, Thomas Sugiarto akan selalu bersama anda untuk mencapai sukses ber-income Rp.100juta per bulan.

Thomas Sugiarto
 06 Juli 2009 01:45 

Kekuatan Visualisasi

Mimpi adalah sebuah harapan yang ingin kita capai. Semua orang sukses seperti Bill Gates, Walt Disney dan Thomas Alva Edison mengawali kesuksesan mereka dengan mimpi. Namun banyak orang berpikir bahwa mereka tidak mungkin memiliki talenta luar biasa seperti Bill Gates, Walt Disney atau pun Thomas Alva Edison.

Untuk sebagian orang, mimpi-mimpi itu membuat mereka nyaman dan selalu berandai-andai dan akhirnya tidak ada tindakan untuk merealisasi mimpi tersebut. Padahal keberhasilan yang sesungguhnya adalah dalam BERTINDAK, bukan sekedar mimpi semata.

Pernahkah anda mendengar cerita tentang Billy Mills? Ia adalah seorang juara lari jarak jauh 10.000 meter pada Olimpiade Tokyo tahun 1964. Mari kita simak ceritanya:

Awalnya, Billy tidak memiliki prestasi yang istimewa. Rekor waktu yang dicapainya biasa-biasa saja. Namun Billy mempunyai mimpi besar menjadi juara olimpiade. Lalu, apa yang dilakukannya?

Prestasi puncak Billy hanya 30 menit pada jarak yang diperlombakan dalam olimpiade sebelumnya. Padahal, catatan rekor olimpiade waktu itu adalah sekitar 28 menit, sementara mungkin anda bertanya, apa susahnya kalau hanya selisih sekitar dua menit saja? Bila anda berlaga di bidang ini, selisih 0,1 detik saja bisa membuat anda berada di luar lima besar. Akhirnya, dia mulai berlatih mengejar 50 detik pertama dengan berlari sebanyak 25 putaran. Pada tahap pertama ini, dalam setiap putaran, Billy akan meningkatkan kecepatannya sebesar dua detik. Tahap berikutnya, meningkat menjadi satu menit per 25 putaran dan terus meningkat lagi agar bisa memecahkan rekor Olimpiade tersebut. Untuk melakukan semua itu, dia melatih diri selama empat tahun.

Kunci kemenangan Billy terletak pada kekuatan pikiran alam bawah sadarnya. Setiap hari Billy terus yakin bahwa dia bisa berlari bersama para pelari terhebat di dunia dan mengalahkan mereka sehingga ia dapat menyandang gelar juara di Olimpiade. Setiap hari Billy selalu membayangkan, memvisualisasikan, dan meresapi emosi kemenangan itu ratusan kali. Setiap hari Billy berlaku seolah-olah SUDAH menjadi sang juara, BUKAN AKAN menjadi juara.

Saat Olimpiade berlangsung, Billy Mills benar-benar berada di antara pelari-pelari terbaik dari berbagai negara di belahan dunia. Di putaran terakhir, ketika Billy masih menduduki posisi ketiga, saat itu dia hampir menyerah. Pada saat-saat genting seperti itu, secara fisik dia sudah sangat lelah. Kalau tubuhnya bisa berbicara, pasti sudah berteriak keras, “Hei Billy, berhentilah, saya sudah sangat letih, kasihanilah saya!”

Tapi Billy terus berlari dan berlari, dia terus mem-visualisasikan menjadi Juara Olimpiade. Kekuatan alam bawah sadarnya mendorong penuh semangat, ”AYO, SEDIKIT LAGI! SEDIKIT LAGI! KAMU PASTI MENANG! KAMU PASTI MENANG! KAMU PASTI MENANG! Ternyata benar, pada jarak belasan meter terakhir, secara mengejutkan ia bergerak melewati pelari di posisi kedua, dan kemudian melewati posisi yang pertama..! Tanpa disadarinya, dalam hitungan nol koma sekian detik, Billy Mills berhasil menjadi juara dunia lari 10.000 meter dengan catatan waktu 28.24.01. Fantastis!

Rekaman dokumentasi detik-detik terakhir saat Billy Mills mencapai garis finish di Olimpiade tersebut dapat dilihat di www.youtube.com. Rekaman itu selalu membuat saya merinding setiap kali menontonnya.

Para pembaca yang luar biasa, sebuah mimpi sangat penting untuk membuat kita semangat dalam menjalani hidup. “Mimpi” berfungsi sebagai “starter”, hal pertama yang harus dilakukan adalah, “Percaya” bahwa mimpi tersebut akan dicapai, “Pelajari”  cara-cara atau kiat bagaimana mencapai mimpi tersebut, dan yang terpenting adalah “Lakukan” cara-cara yang telah dipelajari tersebut dari sekarang juga! Maka impian anda akan menjadi kenyataan.

Keep in Believing-Learning-Action!

Salam Sukses Luar Biasa.

Saya, Thomas Sugiarto akan selalu bersama anda untuk mencapai sukses ber-income Rp.100juta per bulan.
   

Thomas Sugiarto
 25 Mei 2009 05:15 

Hidup Berkelimpahan adalah Pilihan Hidup

Banyak orang mengatakan bahwa sumber masalah di dunia ini adalah “uang”. Karena “uang”, penderitaan di dalam hidup mulai menghampiri. Tetapi, apakah hal itu benar?

Di dalam seminar “Your Great $uccess Starts from Now!” di Jakarta, ada seorang peserta bertanya kepada saya, “Pak Thomas, saya tidak setuju dengan pendapat Bapak bahwa banyak uang akan ada banyak kebahagiaan. Tetangga saya karena uang jadi bertengkar. Om dan Tante saya ada yang bercerai karena uang, bahkan hubungan adik-kakak putus hanya karena uang. Jadi, menurut saya lebih baik berkecukupan saja sudah oke”.

Saat itu saya sangat mengerti apa yang beliau pikirkan, tapi bukan berarti saya setuju.

Saya pun menjawab, “Baiklah Pak, saya akan memberikan sebuah ilustrasi. Konon, ada sebuah cerita tentang Si Cukop dan Si Makmor. Suatu ketika ada seorang anak yang sedang butuh biaya sekolah. Dia datang kepada Si Cukop untuk meminta bantuan, tetapi dijawab, “Waah, tidak bisa, uang saya hanya cukup untuk keluarga saja”. Lalu anak kecil ini dengan sedihnya pergi bertemu dengan Si Makmor dan meminta bantuan yang sama, “OK, tidak ada masalah Nak, ambil dan pergilah sekolah yang rajin”, sahut Si Makmor, lalu anak itu pun pergi sekolah dengan cerianya.

Tidak lama kemudian, datang lagi Tante-nya Si Cukop dan meminta bantuan uang untuk membeli obat untuk anaknya, “Saya tidak bisa bantu Tante, karena uang yang ada hanya cukup untuk keluarga saja.” Jawab Si Cukop. Lalu Tantenya  itu pergi dengan sedih dan akhirnya meminta bantuan Si Makmor, “Tidak ada masalah Ibu, saya akan bantu. Ini ada uang, belilah susu untuk anakmu.” Jawab Si Makmor.

Berikutnya, adik Si Cukop juga datang dan meminta bantuan untuk membayar kontrakan rumah karena baru saja di-PHK, Si Cukop pun berkata, “Maaf Dik, Kakak tidak bisa bantu, karena uang yang ada hanya cukup untuk keluarga saja.” Lalu di tengah jalan adiknya bertemu dengan Si Makmor, setelah bercerita tentang kesusahannya, Si Makmor pun menjawab, “ Tidak ada masalah, ini ada sedikit uang, bayarlah kontrakan rumahmu.”

Selang beberapa waktu, istri Si Cukop sakit keras. Akhirnya dia berdoa, “Tuhan, uang saya hanya cukup untuk makan, tidak bisa membawa istri pergi berobat ke dokter. Apa yang harus dilakukan?” Ia sangat sedih dan menangis hingga akhirnya tertidur. Di dalam tidurnya, ia bermimpi Tuhan menghampirinya dan berkata, “Datanglah kepada Si Makmor dan minta bantuannya.” Keesokan harinya, ia masih belum yakin dengan mimpinya. Tapi, demi istrinya, ia mendatangi Si Makmor untuk meminta bantuan. Lalu si

Makmor berkata, “Tidak ada masalah temanku, ini ada sedikit uang untuk kamu. Pergilah bawa istrimu berobat ke dokter.” Akhirnya Si Cukop pun bisa membawa istrinya pergi berobat.

Sebelum saya mengakhiri cerita tersebut, peserta yang bertanya di dalam seminar itu memotong dan berkata, “Ternyata tidak seperti yang saya yakini sebelumnya ya Pak Thomas, penyebab pertengkaran itu bukanlah uang, tetapi terletak pada “Kepribadian” orang-nya.” Jawab-nya dengan antusias.

Para pembaca yang luar biasa, uang yang berkelimpahan itu sesungguhnya bersifat “Netral”, dengan memiliki banyak uang, akan ada banyak “pilihan” di dalam hidup, baik itu pilihan positif atau negative, semua tergantung pada diri kita sendiri.

Oleh karena itu, kita harus Percaya bahwa pasti bisa hidup berkelimpahan, lalu Belajar bagaimana cara mencapainya, kemudian

Lakukan sekarang juga sampai sukses. Maka kelimpahan di dalam hidup kita akan menjadi berkat dan juga menjadi inspirasi bagi orang lain untuk mencapai sukses yang luar biasa.

Keep in Believing-Learning-Action!

Salam sukses luar biasa.

Saya, Thomas Sugiarto akan selalu bersama anda untuk mencapai sukses ber-income Rp.100juta per bulan.


Thomas Sugiarto
 12 Mei 2009 02:25 

BERSYUKURLAH KETIKA SEDANG DOWN

Seringkali masalah atau rintangan terjadi di dalam kehidupan kita. Terutama ketika kita ingin mencapai impian-impian kita bukan? Saya memiliki satu cara yang sangat ampuh  untuk mendorong kita semua tetap bertahan, bahkan ketika mengalami masalah yang paling berat sekalipun.

Apakah pendorong itu? Namanya adalah rasa “Syukur”. Jika hati kita sedang senang dan segala sesuatunya berjalan sebagaimana yang kita harapkan, bersyukur tentu mudah untuk dilakukan bukan? Namun bagaimana kalau situasi sebaliknya yang terjadi? Bagaimana caranya kita bersyukur bila ketidakberhasilan terus melanda kita?

Simaklah apa yang saya lakukan kalau saya sedang down, frustasi, atau berkali-kali gagal dalam melakukan sesuatu.

Dalam perjalanan pulang kerumah, sewaktu duduk di mobil, saya selalu melihat keluar jendela. Di sepanjang jalan, saya melihat banyak sekali orang yang sedang berdiri menunggu bus, bengong dan bingung, mengemis sambil menggendong anak, sebagian tidak punya ekspresi dan tatapan matanya kosong seakan-akan menyiratkan kata hati, “Saya tidak tahu nanti malam masih bisa makan atau tidak.”

Lalu saya menilik diri sendiri, sedang duduk di dalam mobil yang sedang dikendarai oleh supir saya, disejukkan udara ber-AC pula. Seketika datang malaikat baik sambil berkata, “Hei Thomas, dulu kamu juga pernah begitu. Sekarang kamu sudah jauh lebih baik, jadi harus bersyukur.”

Dalam kondisi seperti itu, saya langsung tersenyum dan bersyukur. Saya bisa dengan cepat menghilangkan rasa frustasi, semangat kembali bangkit, dan semakin percaya bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, biarkanlah alam bawah sadar yang bekerja. Seketika itu juga pikiran saya menjadi bersih dan hati pun tenang kembali.

Para pembaca yang luar biasa, banyak dari kita yang cenderung menyalahkan “hari” saat sedang merasa sial, lalu marah-marah tidak karuan. Padahal, “hari” itu bersifat netral. Sebenarnya yang ada adalah “mood” dalam diri kita yang sedang tidak baik. Mengapa? Karena kenyataannya di “hari” itu juga ada banyak orang yang tertawa gembira, berhasil dan berbahagia.

Sementara disisi yang lain, ada juga yang sedang dalam kondisi kurang beruntung daripada kita, misalnya cacat atau disaat yang sama yang berada di belahan bumi lain, justru sedang berada dalam kondisi histeris.

Sepanjang hari mereka, selalu menghadapi pertarungan hidup dan mati, misalnya kemiskinan dan kelaparan yang begitu luar biasa di Afrika, peperangan yang berkecamuk di Irak dan Palestina, dan sebagainya. Jadi, kita pantas bersyukur karena hidup di tempat yang damai dan masih memberi pengharapan hidup untuk hari esok yang lebih baik.

Oleh karena itu, marilah kita bertindak dan berbuat sesuatu secara maksimal, dipenuhi rasa syukur, dan jangan sia-siakan waktu berharga yang diberikan oleh Tuhan kepada kita!

Keep in Believing-Learning-Action!

Salam sukses luar biasa.

Saya, Thomas Sugiarto akan selalu bersama anda untuk mencapai sukses ber-income Rp.100juta per bulan.


Thomas Sugiarto

page : 1 [2] 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38