Home

Bagaimana Persepsi & Prospek Bisnis Asuransi

Banyak orang berpikir bahwa bisnis proteksi keuangan adalah bisnis yang ecek-ecek, hanya jualan sesuatu dan mempunyai image yang jelek di masyarakat. Padahal ini berbeda sekali di bisnis ini, modal utama bukanlah modal dalam bentuk uang tetapi untuk sukses besar di bisnis ini modal utama adalah jaringan kenalan dan keyakinan serta tekad Anda yang luar biasa.

Dalam konteks potensi calon nasabah jika Anda mempunyai jaringan orang-orang sukses, orang kaya, maka ini akan menjadi modal yang sangat besar sangat bagus untuk proteksi nilai bisnis, bisnis partnership, warisan dan dana abadi.

Ini akan mempercepat dan membuat Anda bisa sukses secara materi di bisnis ini. Kalau dalam konteks potensi calon tim Anda jika jaringan bisnis Anda adalah banyak yang berlatar belakang manajer, GM dan Direksi atau pengusaha wirausaha.

Selain mereka memiliki calon network nasabah yang bagus dan tim yang bagus, juga sudah memiliki kemampuan kepemimpinan manajerial, kemampuan berpikir logis kritis, daya juang tinggi, keuletan dan kreativitas tinggi sehingga bisa cepat mandiri dan sukses. Selain itu modal lain adalah investasi waktu, kemauan belajar hingga sukses, serta memiliki visi besar. Ini semua adalah modal yang tidak berupa uang dan berada di dalam kendali Anda

Related Post

Kejenuhan Pangsa Pasar Dunia Proteksi

Banyak orang yang masuk ke industri ini terkaget-kaget bahwa selama ini pangsa pasar dunia asuransi individu hanya sekitar 6% saja dari total penduduk Indonesia sebanyak 270 juta orang. Bahkan nasabah Prudential saja hanya sekitar dua setengah jutaan orang. Padahal banyak nasabah yang eksisting memiliki polis lebih dari satu. Tapi lucunya banyak yang asal memiliki polisi

Kekhawatiran atas Potensi Penolakan dari Masyarakat

Sesungguhnya di bisnis atau di pekerjaan apapun pasti akan ada potensi penolakan penolakan yang terjadi. Oleh karena itu Anda perlu belajar terkait konsep hukum bilangan besar. Dari sekian orang pasti ada satu yang mau, dari sekian yang tidak. So fokuskan ke hasil, bukan ke yang jumlah orang yang tidak mau. Agar tidak terjadi penolakan maka