Home

Konsep Kolaborasi “Yin Yang Kejar Impian – Menghindari Kesengsaraan” Dalam Mencapai Kesuksesan

Minggu lalu saya menjelaskan tentang metode bagaimana agar orang bisa berhasil mengejar kesuksesan dengan memanfaatkan kekuatan pikiran mengejar impian. Jika dirinya bisa menggunakan kekuatan visualisasi dan memiliki alasan yang sangat kuat, maka ini adalah metode yang sangat menyenangkan dalam prakteknya.

Apakah teman-teman sudah mencobanya? Bagus sekali, sejujurnya dalam praktek ini terkadang metode ini bisa menciptakan kendala jika orang yang mempraktekkannya tidak memiliki alasan yang sangat kuat mengapa dirinya harus mengejar impian tersebut. Ini yang bisa menyebabkan dirinya tidak auto bangkit ketika gagal di tengah jalan.

Sebaliknya orang yang tanpa sadar menggunakan metode menghindari kesengsaraan dalam mengejar kesuksesan seringkali harus alami masalah serius baru bangkit. Hidupnya tentu tidak tenang dan terkadang pikirannya penuh dengan kekuatiran akan masa depan. Dan sialnya hanya segelintir orang yang bisa bangkit dengan metode ini.

Nah bagaimana kita bisa berhasil mencapai kesuksesan masa depan dengan lebih pasti dan cepat? Mudah, kolaborasikan kedua metode tersebut laksana konsep Yin-Yang. Menggabungkan pikiran positif dan negatif secara terkendali dan proporsional sehingga kita bisa memiliki peluang mencapai kesuksesan masa depan jauh lebih tinggi dan cepat.

Bagaimana caranya? Mari saya jelaskan dengan contoh ya, misalnya Anda berimpian memiliki sebuah rumah yang indah. Tata caranya pertama dan menggunakan metode SMART – Specific Measurable Achievable Relevant Time Bound. Sehingga Anda bisa visualisasikan dengan baik rumah yang akan Anda beli, lokasinya di mana, model rumahnya seperti apa, besarannya eksteriornya seperti apa, interiornya seperti apa, secara detail. Tentu juga harganya berapa DP, berapa cicilan yang masih mungkin dicapai dengan kerja cerdas dan keras. Kapan harus membelinya dan apa alasan emosional terkuat Anda. Mengapa Anda harus memiliki rumah tersebut.

Agar Anda tetap fokus pada impian tersebut maka ciptakanlah tekanan tertentu dengan mengumumkan kepada semua orang-orang tercinta teman-teman dekat, bahwa Anda ingin memiliki rumah tersebut. Lalu minta mereka selalu tanya Anda secara periodik misalnya setiap 2 bulan sekali. Tanyakan progres nya bagaimana dengan demikian Anda tidak akan kendor mengejar impian tersebut karena ada rasa bangga untuk memiliki rumah tersebut dan juga akan ada rasa malu jika Anda gagal di tengah jalan. Inilah yang dimaksud dengan konsep kolaborasi Yin-Yang.

Kejar impian hindari kesengsaraan dalam mencapai kesuksesan. Langkah berikutnya tentu Anda harus memiliki kendaraan finansial yang tepat untuk mencapai impian tersebut. Apa itu? Tunggu episode berikutnya

Related Post

Kondisi Dunia Kerja Setelah Masa Pandemi 2020

Masih ingat teman-teman kapan Jakarta lockdown akibat covid-19? Ya sejak Senin, 16 Maret 2020, Jakarta mengalami lockdown. Praktis seluruh aktivitas berhenti sama sekali, prokes mulai dijalankan ketat, kumpul-kumpul dilarang, mall tutup dan larangan bepergian di mana-mana. Ekonomi seolah-olah lumpuh.  Bisnis apa yang paling terkena dampaknya pada saat itu? Bisnis yang mengandalkan orang berkumpul-kumpul terkena paling

Visi Menjadi Wirausaha Franchise

Di episode-episode sebelumnya kita sudah melakukan pengkajian atas tiga opsi kendaraan finansial yaitu sebagai seorang top manajemen, profesional mandiri dan wirausaha mandiri. Juga mengkaji semua konsekuensinya Sekarang kita akan mengkaji opsi kendaraan finansial keempat yaitu menjadi Wirausaha Franchise. Apa konsepsi positif maupun negatifnya? Konsekuensi positif yang bisa didapat ketika menjadi wirausaha franchise : Berkesempatan menjadi

Paradigma Dunia Pekerja vs Pebisnis

Apa itu paradigma? Secara harfiah paradigma adalah sudut pandang seseorang atas suatu peristiwa atau kondisi yang terjadi berdasarkan pemetaan keyakinan, pengetahuan, pengalaman maupun preferensi orang tersebut. Oleh karena itu dalam dunia kerja dan bisnis kita sering melihat adanya pertentangan paradigma antara pekerja dan pemilik bisnis mengapa ini bisa terjadi? Karena perbedaan dari tujuan, harapan dan