Home

Di Usia Tua Perlu Memiliki Asuransi

Umumnya orang yang sudah senior, usia sekitar 55-60 tahun ke atas berpikir jika memiliki asuransi saat ini preminya sangat mahal. Sesungguhnya sangat wajar, soalnya resiko sakit juga semakin tinggi. Akhirnya kelamaan berpikir dan waktu berjalan terus. Satu titik ketika sadar dan butuh, sudah tidak bisa punya asuransi lagi.

Karena faktor adanya penyakit atau di atas batas usia proteksi yang diizinkan. Kalau beliau punya cadangan dana uang sendiri, kondisi ini tentu tidak jadi masalah. Akan tetapi jika beliau uangnya pas-pasan dan ketika sakit keras membutuhkan uang yang sangat besar, menyebabkan anak-anak harus saling mengumpulkan uang.

Jika anak-anak semua sukses dan akur, mungkin tidak akan jadi masalah. Tetapi jika anak-anak tidak terlalu sukses dan nggak akur juga. Bisa menimbulkan pertengkaran keluarga saat mengumpulkan uang besar. Pada saat seperti itu walaupun uang terkumpul dan terpakai habis. Belum tentu nyawa dapat tertolong, tetapi perpecahan keluarga sudah terlanjur terjadi. Inilah yang saya katakan sebagai tindakan kurang bijaksana, bagi seorang senior ketika berusia tua tidak memiliki proteksi sendiri

Related Post

Mengapa Nasabah Perlu Review Polis 2-3 Tahun

Pada umumnya di Indonesia banyak orang punya asuransi bukan karena keinginan, kemauan atau kesadaran sendiri. Tetapi karena didatangi oleh seorang agen. Entah yang profesional atau tidak, namun pada saat sudah buka polis beliau umumnya tidak tahu isi polisinya apa. Hanya perasaan bahwa saya sudah punya polis atau sudah terproteksi. Seiring berjalannya waktu bisa 5 tahun,

3 Fungsi Utama Proteksi Ala TS

Sesungguhnya di dunia proteksi menurut pengalaman saya hanya ada tiga fungsi utama dalam dunia proteksi yaitu : Proteksi atas kualitas kenyamanan di mana seorang nasabah bisa memilih fasilitas Rumah Sakit yang sekamar, apakah sendirian atau sekamar berdua atau lebih. Dibayarin sebagian atau 100% yang bisa berobat di Indonesia saja atau bisa berobat di luar negeri

Apakah Asuransi Bisa Bermanfaat Sebagai Instrumen Warisan

Di Indonesia saat ini kebanyakan masyarakat umum masih memiliki pandangan bahwa mewariskan harta kepada anak adalah berupa deposito, saham bisnis, properti atau logam mulia. Belum banyak masyarakat Indonesia sadar sesungguhnya asuransi juga bisa menjadi salah satu instrumen warisan terbaik dalam kondisi dan konteks tertentu. Sementara di negara maju asuransi jiwa sudah sangat jamak digunakan sebagai