Home

Mengapa Seorang Direksi Perlu Proteksi Income

Dewasa ini kita melihat banyak orang bahkan yang berusia muda sudah mencapai posisi manajerial tinggi, direksi atau bahkan presiden direktur. Hal ini merupakan kabar terbaik untuk Indonesia. Tetapi apakah hal ini merupakan kabar baik untuk keluarganya yang sudah terbiasa hidup makmur enak agar bisa langgeng selamanya? Belum tentu, jika sang istri merupakan seorang ibu rumah tangga dan anak-anaknya masih kecil.

Jika gaya hidup tinggi diimbangi oleh income yang tinggi memang membuat keadaan nyaman sekali namun jika saat mencari nafkah tiba-tiba terkena kondisi atau sakit kritis, atau meninggal dunia mendadak sementara tidak ada dana cadangan yang cukup yang bisa menopang kehidupan, hal ini akan menyebabkan guncangan besar.

Oleh karena itu, seseorang  yang berada di jajaran manajerial atau direksi perlu proteksi nilai incomenya agar jika terjadi sesuatu terhadap dirimu  keluarganya masih tetap hidup sejahtera, sesuai dengan gaya hidup sebelumnya

Related Post

Mengapa Banyak Orang Kaya Modern Memiliki Proteksi

Dewasa ini banyak orang kaya sangat paham pentingnya proteksi keuangan. Bukan karena duitnya nggak ada, duitnya banyak sekali tetapi mereka tetap memiliki proteksi yang cukup sesuai dengan gaya hidupnya. Mengapa? Karena mereka sangat cerdas dan cerdik dalam urusan keuangan. Biasanya mereka menggunakan sejumlah uang kecil untuk transfer risiko untuk proteksi nilai bisnisnya di masa depan.

Apakah Asuransi Bisa Bermanfaat Sebagai Instrumen Warisan

Di Indonesia saat ini kebanyakan masyarakat umum masih memiliki pandangan bahwa mewariskan harta kepada anak adalah berupa deposito, saham bisnis, properti atau logam mulia. Belum banyak masyarakat Indonesia sadar sesungguhnya asuransi juga bisa menjadi salah satu instrumen warisan terbaik dalam kondisi dan konteks tertentu. Sementara di negara maju asuransi jiwa sudah sangat jamak digunakan sebagai

Apakah Anda Kenal Kakeknya Kakek?

Bayangkan jika Anda adalah seseorang yang sangat kaya saat ini dan ketika ditanya apakah Anda kenal kakeknya Anda? Mungkin Anda menjawab Ya tentu dong. Jika ditanya lagi apakah Anda kenal bapaknya kakek? Mungkin Anda akan berpikir keras kemudian menjawab tidak. Jika ditanya lagi siapakah kakeknya kakek Anda tentu Anda akan menjawab tidak tahu lah. Mengapa