Home

Memiliki Banyak Polis Berkah Atau Masalah?

Ketika saya bertemu dengan seseorang dan beliau mengatakan wah saya sudah punya banyak buku polis di berbagai perusahaan. Saya langsung sahut, luar biasa. Di sini ada 2 kabar, yaitu kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya adalah beliau ini orang yang sangat sayang keluarga dan sadar pentingnya asuransi sehingga mempunyai buku polis yang jumlahnya banyak.

Tetapi kabar buruknya adalah apakah beliau saat buka polis asal buka saja karena tidak enak dengan teman, saudara atau kolega? Sehingga proteksinya kecil-kecil dan beliau tidak tahu manfaatnya apa. Karena ada manfaat yang sudah tumpang tindih atau sudah tidak berguna dan sebagainya.

Oleh karena itu punya buku polis yang banyak bisa jadi semua petaka karena nasabah menyetor premi terus-menerus. Tetapi manfaat yang didapat hanya minim atau tidak sesuai dengan kebutuhan yang sesungguhnya. Oleh karena itu ketika Anda memiliki banyak buku polis, pikir baik-baik bahwa ini belum tentu berkat dan bisa jadi masalah jika Anda tidak cepat-cepat melakukan review polis menyeluruh dengan seorang agen yang profesional yang memiliki sikap mental baik, berpengalaman dan bekerja dengan hati

Related Post

Saya Banyak Tanggungan Asuransi Tidak Prioritas

Seringkali kita mendengar seorang pekerja atau seorang pebisnis mengatakan waduh saya sudah punya banyak tanggungan, jadi asuransi nanti saja deh bukan prioritas saat ini. Ya hal ini tidak akan jadi masalah jika Anda bisa yakin 100% bahwa Anda tetap sehat-sehat selalu. Jika Anda adalah seorang pencari nafkah tunggal atau pebisnis one man show, istri Anda

Pernahkah Menghitung Nilai Seekor Ayam

Bayangkan jika kita memelihara seekor ayam di rumah maka nilainya minimal Rp50.000. Jika kita memiliki seekor kambing nilainya minimal 2 juta. Kita memiliki seekor sapi minimal nilainya 20 juta atau lebih. Bagaimana dengan nilai diri kita bagi keluarga? Mungkin Anda akan menjawab tak terhingga. Yes benar sekali. Tapi bagaimana jika kita mendadak panggil ke atas.

Mengapa Perlu Proteksi Income Bagi Keluarga Muda

Sering kita mendengar cerita seorang pemuda berusia 25-35 tahun sudah berkeluarga dan punya anak-anak yang sedang aktif dan lucu-lucunya. Karena itu sang istri berhenti bekerja untuk menjaga dan merawat anak-anak. Ini adalah keluarga yang sangat ideal sesungguhnya. Tetapi apakah mempunyai potensi masalah keuangan? Ya jika sang suami dalam perjalanan mencari nafkah untuk memenuhi semua kebutuhan