Home

Mengapa Nasabah Kecewa Klaim Tidak Dibayar

Hal ini terjadi karena di masa lalu atau bahkan bisa jadi di hari ini atau beberapa waktu kedepan, banyak nasabah Indonesia membuka polis proteksi bukan karena kesadaran diri atas kebutuhan proteksi tapi karena faktor pertemanan, faktor persaudaraan, terkadang-kadang didatangi oleh agent lalu merasa nggak enak. Terkadang karena merasa kasihan sehingga akhirnya buka polis tapi tanpa benar-benar memahami kebutuhan proteksi diri dan keluarganya.

Setelah itu karena merasa sudah punya polis, sudah aman tanpa tahu isi polisnya apa. Ketika suatu saat beliau atau keluarga sakit, baru ingat punya polis asuransi. Tapi bisa jadi agennya sudah tidak ada, atau apa yang dirinya pikir sudah memiliki manfaat polis tertentu. Tetapi berbeda dengan apa yang tertera di polis sehingga tidak bisa klaim atau ada masalah lainnya.

Akhirnya beliau kecewa berat dengan agennya atau kepada perusahaan asuransi atau bahkan kepada fungsi asuransi itu sendiri. Padahal klaim memang tidak bisa dibayar jika tidak memenuhi syarat dan ketentuan polis. Jadi harus bagaimana sih? coba simak video-video berikutnya

Related Post

Saya Banyak Tanggungan Asuransi Tidak Prioritas

Seringkali kita mendengar seorang pekerja atau seorang pebisnis mengatakan waduh saya sudah punya banyak tanggungan, jadi asuransi nanti saja deh bukan prioritas saat ini. Ya hal ini tidak akan jadi masalah jika Anda bisa yakin 100% bahwa Anda tetap sehat-sehat selalu. Jika Anda adalah seorang pencari nafkah tunggal atau pebisnis one man show, istri Anda

Apakah Anda Kenal Kakeknya Kakek?

Bayangkan jika Anda adalah seseorang yang sangat kaya saat ini dan ketika ditanya apakah Anda kenal kakeknya Anda? Mungkin Anda menjawab Ya tentu dong. Jika ditanya lagi apakah Anda kenal bapaknya kakek? Mungkin Anda akan berpikir keras kemudian menjawab tidak. Jika ditanya lagi siapakah kakeknya kakek Anda tentu Anda akan menjawab tidak tahu lah. Mengapa

Mengapa Ibu Sosialita Perlu Paham Asuransi

Dewasa ini banyak sekali kita melihat di sosmed, ibu-ibu muda sosialita yang hidupnya glamor, sangat menikmati hidup di zaman now tapi umumnya tidak bekerja dan tidak memahami bisnis. Seluruh incomenya tergantung pada pemberian sang suami. Jika tiba-tiba sang suami, apakah seorang pejabat tinggi, pebisnis atau direksi meninggal mendadak maka kehidupan rumah tangga ibu sosialita tersebut